Jumat, 25 Februari 2011

Mimpiku, Sebuah Kenyataan



hai, mimpiku...
asa tertinggi hidupku...
pelangi...
yang memberi warna-warni di hariku...
lagu...
yang memberi irama di langkahku...

saat ini...
detik ini juga...
izinkan aku, mengakhiri semua ini...

mengakhiri semua impianku...
mengakhiri daya hidupmu...
untuk selamanya...

mimpiku...
kini...

kau bukan lagi selayaknya sebuah definsi...
yang tidak perlu dibuktikan kebenarannya...
tetapi...
kau adalah selayaknya sebuah hukum...
yang benar, karena pembuktian...

mimpiku...

kau bukan lagi selayaknya grafik tangensial...
yang tak mengenal awal dan akhir...
tetapi...
kau adalah selayaknya ruas garis...
berujung, dan berpangkal...

mimpiku...

kau bukan lagi cerminan egoismeku...
yang tak mengindahkan mereka di sekelilingku...
tetapi...
kau adalah cerminan kalian...
tujuan hidupku...

mimpiku...

kau bukan lagi layaknya sekotak permen coklat...
yang penuh misteri...
tetapi...
kau adalah selayaknya gula-gula kapas...
yang sudah jelas rasa manisnya...

mimpiku...

kau tidaklah lagi sekosong dulu...
hampa...
tetapi...
kini kau telah nyaris terisi penuh...
kebahagiaan...

mimpiku...

kau bukan lagi sebuah paradoks...
tak jelas kebenaran dan kesalahannya...
tetapi...
kau adalah pernyataan...
salah, benar, semuanya pasti...

mimpiku...

kau bukan lagi sebatas tentang mereka...
dia dia dan kau...
tetapi...
kau adalah tentang aku, kau, dia, kalian, dan mereka...
kita...

mimpiku...

kau bukan lagi probabilitas bernilai 0,5...
ketidakpastian...
tetapi...
kau adalah probabilitas bernilai 1...
kau itu benar...

mimpiku...

kau bukan lagi hanya sekadar imajinasi...
tak nyata...
tetapi...
kau adalah realitas...
fakta...

mimpiku...

kau bukan lagi sebatas serpihan...
yang terserak...
tetapi...
kau adalah sebuah gambar utuh...
satu kesatuan...

mimpiku...

kau tidak hanya sekedar doa...
pengharapan...
tetapi...
kau adalah dunia nyata...
realisasi doa...

mimpiku...

kau tak lagi hanya sebatas asa...
melayang...
tetapi...
kau adalah sebuah kepastian...
tetap...

mimpiku...

kini kau bukan sekadar mimpi...

kini...

kau telah menjelma...
menjadi sebuah kenyataan...
indah...
dalam akhir hidupku...

terima kasih, kau telah temaniku...
selama ini...
terima kasih...
dan semoga kita bisa bertemu...
di kehidupan yang lain...

dan tetaplah...

kau menjadi mimpiku...

selalu...

dan, selamanya...

-dyingmessage-

"ini adalah catatan terakhir mimpiku... catatan mimpi no.13... dan merupakan catatan no.33 dari seluruh catatanku. semoga setelah ini, semuanya memang menjadi nyata. dan aku kan tenang menata kehidupan di sana. kelak."

Saturday, February 19, 2011 at 12:17am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar