Rabu, 16 Februari 2011

Mimpiku, Doa Kaum Marginal

D.I.L.A.R.A.N.G B.E.R.M.I.M.P.I !!!

pernahkah kau melihat kata-kata itu...
terpampang besar...
layaknya papan reklame...
yang menghiasi pinggir jalan protokol...

pernah kau lihat yang seperti itu?

coba kutebak...
jawabannya...

T.I.D.A.K P.E.R.N.A.H !!!

ya...
memang kenyataannya...
tidak ada larangan untuk bermimpi...
yupz...
tidak ada...

karena semua orang di dunia ini...
tidak terkecuali...
semua berhak mempunyai mimpi...

berhak bermimpi...
dan juga...
berhak untuk mewujudkannya...

itu memang benar...

secara tersurat...
memang tidak ada larangan untuk bermimpi...
bagi semua orang...

aku, kau, dia, kita, dan mereka...

tapi...
ada satu hal yang belum kau ketahui, kawan...

satu sisi lagi...
dari ironitas mimpiku...

ada yang terlewatkan...
ada yang kulupakan...

sebuah pengecualian...
dari pernyataan-pernyataan di atas...
kebebasan bermimpi...

aku...
mereka...
kami...
adalah onggokan daging...
dari kaum-kaum terbuang...
kaum rendahan...
kaum bawah...

kaum M.A.R.G.I.N.A.L...

ya...
kami...
adalah pengecualian dari kebebasan bermimpi...

secara tersurat...
semua orang bebas bermimpi...
dan merealisasikannya...

tapi tidak dengan kami...
jiwa-jiwa dari kaum marginal...

kami...
mereka...
aku...

tidak boleh bermimpi!!!
terlebih lagi...
untuk mewujudkannya...

sangat... sangat... sangat...
D.I.L.A.R.A.N.G !!!

kenapa bisa seperti itu?

kawan...
bermimpi itu memang indah...
kebahagiaan tanpa batas...

dan kami...
mereka...
aku...
juga ingin punya mimpi...

dan memang itu tidak dilarang...

tapi, tidak bagi kami...
mereka...
aku...
para penghuni dunia kaum marginal...

kami...
mereka...
aku...

melarang diri kami sendiri...
untuk bermimpi...

ya...
kami sendiri yang memberlakukan larangan itu...

bermimpi itu asasi...

tapi...
kami, mereka, aku...
sadar...

kami hanyalah...
individu-individu rendahan...
kaum bawah...

tidak pantas untuk bermimpi...
apalagi mewujudkannya...

karena kami, mereka, aku sadar...
kami hanyalah manusia tak berguna...
dari deretan kaum marginal...

kami tidak bisa seperti kalian...
bermimpi sekenanya...
dan bebas untuk mewujudkannya...

mimpi kami...
terjebak dalam dinding ironi...
mengungkungnya dari 8 penjuru mata angin...

ketika aku, mereka, kami bermimpi...
itu berarti...
kami telah menjerumuskan diri...
pada kebingungan yang teramat sangat...
pelik...
dilematis...

karena kau tahu, kawan...
kami adalah kaum marginal...
kaum 1 hari...

ya...
kami memang kaum berfikiran pendek...

1 hari...
adalah batas nyawa kami...
batas daya hidup kami...

jadi...
tak ada waktu untuk esok...
dan seterusnya...

yang penting bagi kami...
kami, mereka, dan aku...
masih bisa menghirup segarnya oksigen...
sampai sepersekian detik terakhir hari ini...
saja...
tidak lebih...

akhirnya kau tahu kan, kawan?
alasan kami, mereka, dan aku...
melarang diri kami untuk bermimpi...
walaupun asa tertinggi kami...
memperbolehkan semua itu...

karena...
tidak ada mimpi untuk kami, mereka, dan aku...
manusia-manusia 1 hari...
manusia-manusia rendahan...
kaum marginal...

heft...
ironis ya, kawan?

sudah kubilang, dulu...

my life is ironic...

tapi tahukah kau, kawan?
aku ingin mengubah semua itu...
mengubah larangan bermimpi itu...
bagi kami, mereka, dan aku...

aku ingin keluar dari kungkungan ini...
untuk selamanya...

entah bagaimana kumelakukannya...
tapi aku ingin lepas...

sungguh...

aku ingin bebas bermimpi...
karena akulah sang pemimpi...
walaupun...
belum tentu mimpiku akan terwujud...

tapi sungguh...
aku ingin bermimpi...

walaupun harus berdiri, terinjak...
mempertahankan mimpiku...

AKU INGIN BERMIMPI !!!

Tuhan...
tolong biarkan aku bermimpi...
walaupun hanya sekali...
walaupun hanya untuk 1 hari ini saja...

-dyingmessage-

Thursday, February 10, 2011 at 7:17am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar