Rabu, 16 Februari 2011

Mimpiku, Asa Percepatan Nol

"roda-roda kehidupan, berputar...
menyibakkan debu-debu jalanan...
menghempaskan kerikil-kerikil ironi, ke udara...
menembus temaram cahaya lampu kota...
menyisakan aura dingin...
dan ketakutan dalam lemah raga ini...
kapankah semuanya akan berakhir?
entahlah...
hanya Dia yang tahu..."

sebait puisi...
yang kuciptakan dalam temaram lampu di dalam kendaraan...
ya, saat dalam perjalanan pulang...
menembus gelap dan dingin...
jalanan berkelok antara Cirebon-Kuningan...

tahukah kau kawan?
kumpulan kata-kata ajaib itu...
merupakan gambaran ketakutanku...
ketakutan yang memang beralasan...
dan itu...
rasional...

iya...
karena pasti semua orang pernah mengalaminya...
atau bahkan...
selalu mengalaminya...

ketakutan, akan...
K.E.M.A.T.I.A.N...

kau pasti tahu, kawan...
nyaris setiap hari...
aku harus berperjalanan...
dari Kuningan-Cirebon pun dari Cirebon-Kuningan...

bukan untuk apa-apa...
tapi...
ini adalah salah satu jalan yang harus kutempuh...
untuk menuju realisasi mimpi-mimpiku...

hampir di setiap hari itu...
ketakutanku semakin menghantui...
meneror otakku...
memberikan gambaran-gambaran "fear" di pelupuk mataku...

heft...
sungguh, aku takut...
takut yang teramat sangat...
sangat sangat takut...

seolah-olah...
setiap kali ku terduduk di bangku kendaraan yang akan membawaku...
maka...
sepersekian mikro detik setelah itu...
Tuhan akan mengambil nyawaku...

menjadi paranoid saat melihat kendaraan menyalip...
saat melihat jurang di sisi jalan...
dan bahkan, saat kendaraan yang kutumpangi...
berhenti secara mendadak...

dan itu...
menjadi pemicu ketakutanku...

aku tidak berbohong...

aku... takut...
M.A.T.I...

terlalu berlebihan?
mungkin iya...

tapi, ada satu alasan...
alasan ketakutanku...

ini semua tentang mimpiku...

salah satu mimpi bodohku...

aku tidak akan pernah bermain-main dengan mimpiku...
jika kukatakan, akan kuwujudkan mimpiku...
maka...
aku akan serta merta berusaha menjadikannya...
menjadi sebuah kenyataan...
secara perlahan...

dan...
perjalanan itu adalah salah satu cara...
kuwujudkan mimpiku...
agar mimpiku semakin dekat dalam pelukku...

jadi, kubilang...
ketakutanku begitu beralasan...
aku tidak mau mati...
sebelum mimpi-mimpiku terwujud...
sebelum semuanya menjadi nyata...

sekarang kau tahu kan, alasannya?

silahkan tertawa...
melihat kebodohanku...
melihat ketakutan berlebihku...

tapi...
ada satu hal yang perlu kau tahui...

sekarang ini...
ketakutanku telah lenyap...
tak ada lagi paranoid yang dulu menggelayutiku...
semuanya sudah kusingkirkan...
hilang...

kau tahu?
tidak ada lagi ketakutan akan kematian itu lagi...

karena...
ada satu hal yang kutanamkan dalam otakku...
walaupun aku harus mati, sebelum mimpi-mimpiku terwujud...
aku bahagia...
karena aku masih bisa berusaha keras...
mewujudkan mimpi-mimpiku...
sebelum kematian menjemputku...
aku bahagia...

dan satu hal lagi...
kematian itu...
justru selalu kutunggu...

aku ingin MATI...
dalam perjalananku...
mewujudkan mimpi-mimpiku...

ingin sekali...

-dyingmessage-

Wednesday, February 16, 2011 at 11:22am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar