Jumat, 18 Februari 2011

Hai, Ulat



Hai, ulat...
Sedang apakah kau di sana?
Menyembunyikan dirimu...
di balik rimbun dedaunan...

...Lihatlah...
...Sang mentari telah menampakkan dirinya...
...mengirimkan paket-paket foton...
...untuk setiap jengkal kehidupan...

...Hai, ulat
...Resapilah
...alunan simfoni burung gereja
...membawakan lagu-lagu ceria
...menyemangatimu

Ayolah...
tampakkan dirimu pada dunia...
walau rupamu tak secantik kupu-kupu...
tapi percayalah...
kau tetap punya pesona...
karena kau...
selayaknya sang kupu-kupu...
dengan keindahan yang tersembunyi...

...Hai, ulat...
...bergegaslah...
...percepat langkah kecilmu...
...yakinkan, inilah harimu...
...karena kau akan menjadi sang kupu-kupu...
...kupu-kupu terindah...

...Ayolah, ulat
...karena inilah waktunya
...saatnya kau tunjukkan pada dunia
...keindahanmu itu
...karena kau selayaknya sang kupu-kupu
...kupu-kupu terindah
...dengan pesonamu
...yang takkan pernah tergantikan
...meski waktu menelan zaman



(Dibuat pada 11/01/11 pukul 00:29, untuk orang ini)

4 komentar:

  1. aku ingin tetap menjadi ulat -saat ini-.

    terimakasih atas bait-bait sederhana untuk ulat kecil ini.
    aku suka itu...
    ^_^

    BalasHapus
  2. ulat kecilnya udah jadi ulat gembul... :p

    (misami, tpi blum sempet dipindahin ke kertas uy)

    BalasHapus
  3. walau ulatnya jadi gembul, tapi masih jadi ulat yang manis ;)

    BalasHapus
  4. Nur Muchamad menyukai komentar anda (y)

    BalasHapus